posted by qayahati* on Jan 6

Udara panas, langit mendung, tidur di tenda darurat pengungsian dan akhirnya hujan mengguyur Kota Manokwari.Lengkap sudah penderitaan ini. Mungkin itu yang terasa oleh sebagian besar ( sekitar 12 ribuan orang ) masyarakat di Kota Manokwari Pasca Gempa dahsyat berkekuatan 7,6 SR 4 januri 2009 minggu kemarin.

Bantuan telah datang, bahan makanan, obat-obatan dan tenda, telah disalurkan. 4 menteri yaitu mentri social, kesehatan perhubungan dan pu pun telah datang ke manokwari untuk melihat langsung keadaan korban dan situasi manokwari ( Terima kasih pemerintah pusat telah sangat peduli pada kami), PMI juga bergerak cepat menangani korban yang terluka akibat terkena runtuhan bangunan dan bandara rendani juga sudah kembali bisa di darati pesawat, walau sirine mobil polisi masih saja terus meraung-raung

Sebagian besar masyarakat Manokwari masih tidur di luar rumah, terutama mereka yang bermukim di pantai. Mereka masih belum berani untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Tak ada yang menjamin bahwa tidak akan ada gempa dan tsunami lagi setelah ini.

Beberapa ruas jalan seperti jalan manado, jalan jendaral sudirman di sanggeng masih di tutup karena di pergunakan untuk memasang tenda. Pos-pos peduli juga bertebaran, dari dinas social dan kesehatan didirikan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang mungkin terjadi.

Walaupun keadaan sudah agak lebih baik dari hari kemarin, tapi masih tetap waspada. Ternyata benar dini hari tadi sekitar pukul 04.30 wit terjadi goncangan lagi….(goncangan yang cukup bisa membangunkan orang yang tidur lelap) ( dari pengamatan gempa hari 1, 2 dan ke 3 terjadi bertepatan dengan kumandang azan subuh ).

Sebagian masyarakat yang telah berani pulang ke rumahnya, mulai berbenah rumah yang berantakan dan mulai memperbaiki yang rusak. Banyak sekali bangunan dan fasilitas umum yang rusak parah. Seperti bank mandiri yang retak disana sini ( sepertinya cukup berbahaya karena rawan runtuh ), pengadilan negeri yang plafonnya banyak terlepas, jembatan transito yang retak tengahnya.
Sepertinya kota manokwari perlu direhabilitasi besar-besaran.

Dalam catatan BMG manokwari telah terjadi 734 kali gempa. Gempa pertama terjadi pukul 04.43 WIT, minggu 4 januari 2009 dengan kekuatan 7,2 SR dengan koordinat 0,42 LS – 132,93 BT pada kedalaman 10 km, pusat gempa 135 km arah barat laut Manokwari.

Setelah itu menyusul 5 kali gempa cukup besar dengan kekuatan berkisar 5,7-6,1 SR gempa berikutnya terjadi sekitar jam 8an dengan kekuatan sebesar 7,6 SR dengan koordinat 0,88 LS – 133,48 BT pada kedalaman 10 km dengan pusat gempa berada 76 km arah barat daya manokwari, berdekatan dengan distrik Mubrani, kasbediri dan Priori, kemudian masih disusul dengan 688 kali dengan kekuatan berkisar 5,0 SR.

Ini foto kerusakan yang terjadi di sekitar jembatan pasar wosi

Walaupun masih terasa guncangan kecil gempa tapi masyarakat manokwari sudah mulai beraktifitas.

Ini foto hotel aries ( letaknya di depan rumah sakit umum kampong ambon ) yang kerusakannya amat parah

Sebagian besar hotel yang ada di Manokwari di tutup akibat mengalami kerusakan yang amat parah

Leave a Reply