Posted in: berita dari papua
Sepertinya bukan factor kebetulan semata terdamparnya ikan paus 8 Desember 2008 yang lalu di perairan dangkal dermaga Pertamina Manokwari, kejadian yang hampir sama telah terjadi selama 4 kali dalam 10 tahun terakhir, diawali dengan terdamparnya ikan paus, air laut pasang dari batas normal dan selalu diakhiri dengan gempa bumi walaupun dengan scala berbeda.
Mungkinkah kejadian ini merupakan indicator akan terjadinya gempa bumi di Manokwari ? sepertinya iya…..Akhirnya masyarakat Manokwari menyimpulkan seperti itu.
Hari ke 2 pasca gempa bumi 7.6 SR di manokwari papua barat, keadaan Kota manokwari masih dalam suasana yang cukup mencekam dan dalam keadaan siaga menunggu dan menanti goncangan berikutnya yang tidak tau kapan terjadinya dan dengan goncangan seberapa besar.
Dari informasi terakhir diketahui banyak sekali bangunan runtuh dan rusak berat, di prafi sp 3 sekitar 38 rumah rusak, di prafi sp 7 dan 8 sebagian besar rumah warga runtuh dan rubuh dan air laut sempat naik di amban pantai terutama karena gempa ke 2 sekitar pukul 8 lebih wit yang mencapai 7.6 SR ( lokasi ini hanya sekitar 78 km dari pusat gempa ) karena kondisi ini penerbangan menuju Manokwari di alihkan ke Jayapura dan semua penerbangan dari manokwari di tunda keberangkatannya.
Dari tadi malam sirine mobil polisi dan mobil ambulance terus meraung-raung serta mobil informasi Pemda terus mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap gempa susulan yang diperkirakan akan terus terjadi selama 1 minggu ini.
Mobil Informasi Pemda juga memberikan informasi bahwa pada gempa ke 2 kemarin ( meg 7.6 SR ) tidak berpotensi Tsunami karena pusat gempa terjadi di daratan, toh tidak menyurutkan warga manokwari yang tingal di pesisir pantai untuk tidak mengungsi.( Pemukiman warga di darah pesisir kosong hanya di jaga beberapa orang yang di percaya bisa menjaga keamanan harta benda )
Tenda pengungsian mulai didirikan warga terutama di bukit amban jalan gunung salju, pelataran kantor bupati reremi, lapangan sepak bola KODIM 1703 sarinah jalan gajah mada, dan lapangan swapen serta tempat tinggi lainnya yang dianggap aman dari jangkauan Tsunami.
Dari pantauan dan perkiraan BMG manokwari memang masih akan terjadi gempa susulan yang berkisar 5.0 – 5.7 SR.
Sepertinya bantuan mulai berdatangan, isu mengenai 3 menteri akan datang ke Manokwari pagi ini semoga menjadi kenyataan. Mulai dari tadi pagi juga petugas pemda sudah mulai mendata kerugian masyarakat akibat gempa kemarin.
Sebagian warga sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing tapi masih tetap waspada. Sebagian lagi masih sibuk mencari dan membeli bahan makanan seperti mi instan, telur, biscuit dll.
Komunikasi keluar masuk manokwari baik melalui HP atau telepon agak sulit dilakukan karena listrik mati total sejak kemarin akibat banyak kerusakan disana-sini terhadap jaringan lisrtik PLN ( saat ini PLN manokwari bekerja keras untuk memperbaikinya )
Dengan adanya kejadian ini mahasiswa asal papua di makasar mulai melakukan aksi solidaritas dengan mengadakan penggalangan dana doa bersama bagi korban gempa di Manokwari ( Terima kasih kalian sudah peduli pada kami ).
Ini foto pagar transito yang runtuh dan menutup jalan masuk ke kompleks belakang transito jalan lembah hijau manokwari

Ini foto runtuhnya hotel Mutiara ( ralat : 4 lantai ) sudah ditandai dengan garis posisi agar masyarakat tidak mendekat.

Ini foto hotel Kali dingin ( letaknya di depan transito jalan trikora wosi ) yang lantai satunya amblas.

Ini foto tugu selamat datang di Kota manokwari yang runtuh terletak dipertigaan haji bauw.

Foto gudang dolog yang jebol

Foto kantor hanura yang menunggu ambruk

Pengungsi di kantor bupati berasal dari pantai wosi yang mengakibatkan aktifitas di kantor bupati terhenti.

Pengungsi di lapangan borarsi berasal dari daerah pinggir pantai borarsi

Hotel mangga yang rusak berat di dalam

Kantor gubernur yang retak-retak
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Semoga aja gempanya cepat reda…amien
Comment by 2brain — 05/01/2009 @ 5:50 am
Semoga suadara-saudaraku di Manokwari diberikan kekuatan dan ketabahan dlm menghadapi bencana gempa ini. Amin
Comment by Andre Siregar — 06/01/2009 @ 6:57 am