posted by qayahati* on Dec 3
( Kisah nyata, dari sebuah sumber yang dapat dipercaya )
Sebagai sebuah renungan di akhir tahun 2008
Oleh karena alasan sesatu hal maka kemana-mana aku ( wanita )harus membawa sebilah pisau, walaupun itu hanya pisau lipat kecil tapi lumayan tajam dan runcing. Cukup tajam untuk membuat runcing sebuah pensil.
Mungkin bila ada razia sajam di bis kota akulah orang yang pertama akan di tahan. Tapi untunglah aku bukan hidup di jawa yang kemana-mana mungkin harus menggunakan keandaraan umum , aku hidup di Papua.
Sedikit criminal sih tapi biarlah siapa juga yang tau. Sampai orang terdekatkupun tak tau. Psssstt…..ini rahasia hanya kamu yang tau ya……..
Suatu hari aku buat janji dengan teman wanitaku ( sebut saja U ) untuk bertemu di sebuah café, kami akan membicarakan sebuah bisnis yang akan kami kelola bersama. Tak lama setelah itu seorang teman pria ( sebut saja Y ) menelepon aku. Aku katakan bila ingin bertemu denganku datang aja ke café x. dia setuju ( dia ini juga rekan bisnisku yang lain ). Pembicaraan selesai.
Dia Y menawari mengantar kami pulang. Hm….teman yang baik tau menempatkan diri rupanya. Karena rumahku lebih jauh akhirnya teman wanitaku ( U ) yang diantar pulang duluan. Dalam perjalanan pulang ke rumahku Y berkata akan mampir ke suatu tempat ada hal yang perlu segera diselesaikan, aku menyanggupinya dengan berkata dia harus cepat menyelesaikannya.
Dia Y memutar mobilnya berlawanan arah. It’s ok. Gak pa pa karena mungkin memang tempatnya di sana ( Aku gak tau dia mo nyelesaikan urusan apa dan dimana ).
Pikirku perjalanan dah cukup lama tapi kok belum sampai sampai sih…..setelah aku sadar kok semakin jauh . Aku jadi was-was……
Dan ternyata dia menghentikan mobilnya di jalan yang cukup sepi….kemudian dia berpindah duduk dari kemudi mendekati aku…..
Aku katakan mau apa kamu…..dia jawab aku mau kamu…….
Ya ALLAH …….mau apa dia tolong aku…..
Refleks aku keluarkan pisau yang selalu menemaniku kemana saja. Aku katakan…MUNDUR…..menjauh dari aku atau kau yang akan mati….
Sungguh nekat orang ini, aku katakan sekali lagi If u touch me……I kill u. kalau bukan kau yang mati aku yang akan mati……
Akhirnya dia mundur. Aku katakan PULANG sambil tetap mengancungkan pisau di belakang punggungnya. ALLAH, kalau dia membuat gerakan yang mencurigakan aku tak akan segan-segan juga menggunakan pisau ini.
Selama perjalanan pulang dia terus menerus meminta maaf atas perlakuannya yang kasar.Dia mengaku khilaf.
Beberapa bulan kami tak bertegur sapa tapi dia seolah tak bosan meminta maaf padaku, kupikir mungkin memang dia khilaf jadi mengapa aku tak memaafkannya.
Setelah itu…..
Pertemanan kami berjalan normal seperti sediakala walau aku selalu mengingat kejadian yang lalu……
Sampai suatu ketika…….. to be continue………..
December 4th, 2008 at 12:00 pm
Apa hubungannya gay dengan ayat kursyi…??
December 7th, 2008 at 5:33 pm
Ohhh cewek ceritana ya… sory sory.. memang ayat kursyi memang dahsyat… tetapi kita mesti istiqomah.. Insya Allah…