posted by qayahati* on Jan 4
Sebenarnya berita ini adalah kelanjutan dari berita yang aku urung posting pada tanggal 8 desember 2008 tentang terdamparnya 2 ekor ikan paus dan lumba-lumba yang fenomena ini biasanya akan menjadi tanda suatu musibah. Ini berita yang aku urung posting tersebut.
BERITA TERKINI DARI MANOKWARI 9 DESEMBER 2008
Kemunculan seekor ikan paus senin ( 8/12) yang berenang di dekat dermaga pertamina jalan trikora Wosi cukup membuat heboh warga Kota Manokwari Papua Barat.
Fenomena kemunculan mamalia ini ditanggapi masyarakat Manokwari dengan perasaan was-was. Ini berkaitan dengan pengalaman beberapa kali kemunculan ikan paus di perairan dangkal di sekitar Manokwari tak lama kemudian terjadi musibah seperti gempa bumi dan tsunami.
Mungkinkah ini memang suatu pertanda akan adanya bencana alam ?
Mungkin saja. Penjelasan gampangnya begini : ikan paus yang biasanya berada di perairan dalam, oleh karena suatu gejala alam suhu dan tekanan airnya berubah karena pergesekan dasar lautan, sehingga dari perasaan ketidaknyamanan tersebut maka ikan paus mencari tempat baru dan terdampar.
Hmmmm mungkin aja seperti itu soalna gak da referensi.
Ya memang setelah kejadian ini beberapa hari kemudian air laut di sekitar pantai maruni sempat naik dan menggenangi jalan yang berjarak sekitar 6-10 meter dari bibir pantai dengan ketinggian sekitar lutut orang dewasa dan sempat menghanyutkan beberapa rumah warga di sekitar pantai.
Kejadian ini agak terlupakan, tertutup dengan aktifias warga yang akan merayakan Idul adha, Natal dan Tahun baru hijriah dan tahun baru masehi.
Tidak ada tanda-tanda yang menyolok bahwa akan terjadi musibah gempa bumi di Kota Manokwari dan sekitarnya.
Gempa pertama berkekuatan 7,2 SR 4 Januari 2009 02:43:51 WIB lokasi 0.42 LS 132.93 BT ( 135 km barat laut manokwari papua barat ) dengan kedalaman 10 km dengan potensi tsunami, sangat membuat kaget warga Manokwari yang sebagian besar masih terlelap.
Banyak bangunan retak dan hancur akibat guncangan gempa tersebut. Warga Manokwari sangat panic terutama yang bermukim di daerah pantai, karena dari berita yang diperoleh gempa ini berpotensi menimbulkan tsunamai ( sekitar tahun 1998 Manokwari dilanda gempa dan tsunami cukup besar yang merusakan banyak bangunan dan rumah )
Hari mulai terang dan nampak aktifitas warga semakin meningkat, mereka mulai lebih panic karena gempa susulan bertubi-tubi datang walaupun dalam skala yang lebih kecil.
Pengungsian kecil-kecil mulai terjadi. Yang menjadi tujuan mereka adalah lembah dan gunung sekitar Wosi dalam ( jalan lembah hijau ) daerah amban ( Unipa ) dan daerah sarinah serta jalan brawijaya yang memang cukup tinggi tempatnya ( dari data BMG manokwari daerah ini aman dari jangkauan tsunami )
Tiba-tiba sekitar pukul 8 lebih, warga Manokwari dikejutkan lagi dengan goncangan yang lebih keras dari gempa yang pertama ( diperkirakan gempa ini di atas 7.5 SC ) lebih kurang 45 detik lamanya.
Ya ALLAH aku manyaksikan tembok pagar rumah tetanggaku berjatuhan, rumah dan bangunan rubuh, tiang listrik dan pohon meliuk, pengendara motor jatuh anak kecil menangis dan wanita menjerit.
Sms masuk ke hp berita : Hotel mutiara rubuh rata dengan tanah sekitar 8 orang meninggal dunia ( Hotel mutiara terletak di jalan jendral sudirman 3 lantai ).
Sms bertubi-tubi datang mengabarkan disana-sini banyak bangunan runtuh dan rusak termasuk di daerah prafi manokwari, gudang dolog di sekitar pelabuhan satu dindingnya hancur dan beras terhambur, tugu selamat datang manokwari hancur, lantai 1 hotel kali dingin ( sekitar 100 meter dari rumahku ) amblas masuk dalam tanah.
Kurasakan gempa kali ini cukup dahsyat. Banyak sekali hotel, rumah dan bangunan fasilitas umum runtuh. Belum ada kepastian berapa korban jiwa yang tewas. Petugas masih mengevakuasi para korban.
Hingga berita ini aku posting gempa-gempa kecil masih terjadi. Semoga tidak ada gempa lebih besar menyusul setelah ini.
( aku menulis berita ini saat goncangan gempa susulan baru saja terjadi 14.47 wit )
January 4th, 2009 at 6:07 am
Semoga musibah gempa nya tidak menimbulkan korban jiwa.. Tetap tenang, sabar dan berdo’a kepada Allah yang maha kuasa..
January 4th, 2009 at 3:42 pm
TUHAN…jagalah
manokwari…
JBU
January 5th, 2009 at 5:49 am
Inalillahi wainaillahirojiunn…
sabar ya..
jangan lupa selalu berdoa dan waspada..
Regards,
dj
January 6th, 2009 at 1:46 pm
terima kasih atas doanya ya
January 8th, 2009 at 1:24 am
Wah mengerikan sekali. Tau gmn paniknya disana, dulu waktu gempa di jogja juga panik banget.
February 19th, 2009 at 2:42 pm
tuhan yesus kristus jagalah manokwari jauhkan dari bencana