Posted in: berita dari papua
Mencuatnya sejumlah isu yang identik dengan “1 Desember” yang diklaim beberapa pihak sebagi hari kemerdekaan orang papua dan terutama yang terkait dengan pengibaran bendera bintang kejora atau bintang fajar, membuat warga Manokwari khuatir.
Tak ada jaminan tak ada pengibaran bintang kejora ini diungkapkan Ketua Dewan Adar Mnukwar, Barnabas Mandacan. Dan memang pernyataan ini benar
adanya. Walaupun pihak keamanan telah mengantisipasinya toh terjadi juga pengobaran bintang kejora di daerah kwawi sekitar pukul 03.30 wit senin dini hari.
Salain itu ratusan warga mengadakan demo di lapangan borarsi dan meneriakkan yel-yel papua merdeka dan referendum, sebelumnya mereka melakukan long marc dari 2 titik kampus Unipa dan Kantor Dewan Adat Papua. Aparat kepolisian dan keamanan tampak berjaga-jaga dan memblokir beberapa ruas jalan.
Tekait dengan 1 Desember, Ketua MPR ( Majelis Rakyat Papua ) di Jayapura membuat pernyataan yang mengejutkan Ia menyatakan bahwa Pupua adalah bukan bagian bangsa Indosesia yang ras Melanesia karena mereka ber-ras negro.
( Komentar )
Aduh sedih deh kalo begini. Jadi apa artinya gerakan merah putih didirikan kalo harus di koyak seperti ini lagi. Sepertinya yang harus di perangi bukan bangsa Indonesia tapi kemiskinan dan kebodohan yang masih mencengkeram.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Papua bisa jadi surga eropa untuk dijajah.
Comment by Eka Riyadi — 02/12/2008 @ 4:53 am
bukankah sebuah bangsa terdir atas beberapa ras yang bersatu untuk sebuah kedaulatan.. mmmm?
Comment by AL — 03/12/2008 @ 3:34 am