posted by qayahati* on Nov 25
Tahun 2008 sudah di penghujung, siap menyambut tahun baru 2009. Masa efektif kerja bisa dihitung tinggal berapa hari lagi. Masa sibuk para kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaannya. Tentu takut keburu diperikasa oleh pemeriksa yang akan mengaudit laporan keuangan n pekerjaan fisiknya.
Dilema bagi kontraktor pekerjaan harus dah finis pada akhir tahun anggaran tapi apa daya ada halangan sana sini. Dilema bagi para pemeriksa karena yang diperiksa adalah teman sendiri atau paling tidak kenalanlah.
Kalo sudah begini apapun bisa terjadi. Suap menyuap agar proyek bisa dikatakan 100 % terealisasi, malu tuk perusahaan kalo harus menyetor uang pada Negara kalo proyek gak selese di kerjakan. Nama baik perusahaan kata mereka harus dipertaruhkan.
Bisa ajakan terjadi gratifikasi, bahasa halusnya : lo luluskan deh permintaan gue dari pada duit ini harus setor ke Negara karena kerjaan blm slese yeh mending lo terima ni duit dari gue……. Mungkin gitulah
Tergantung mental para pemeriksa seperti Bawasda, BPKP dll yang berhubungan dengan pemeriksaan gitu deh, kuat gak dapat gempuran seperti itu. Masalahnya gratifikasi ini macamnya beragam banget mulai dari uang tunai, biaya perjalanan ato hadiah. Sepertinya hal seperti ini dah umum.
Hati-hati aja tuk pemeriksa, rawan banget posisimu. Lindungi dirimu dengan iman dan taqwa agar terhindar dari GRATIFIKASI ya……
July 2nd, 2009 at 3:07 am
Hello Guru, what entice you to post an article. This article was extremely interesting, especially since I was searching for thoughts on this subject last Thursday.
April 26th, 2010 at 5:04 pm
of course, when it slumped more moral gratification could be expanded.
sorry late reply … hope pleasing